Jewel In The Palace Episode 67
Tertekan karena diinterogasi oleh Ibu Suri dan Permaisuri, Selir Soo-waen jatuh pingsan dan akhirnya air ketubannya pecah. Jang-geum dan Shin-bi yang diberitahu langsung bergegas menyelamatkan kehamilan prematur itu, apalagi kondisi sang ibu yang lemah.Meski bayi perempuannya lahir dengan selamat, jantung Selir LI sempat berhenti. Hal ini membuat Jang-geum panik dan berusaha sekuat tenaga menyelamatkan nyawa sahabat baiknya tersebut, dan saat berhasil, ia sadar bahwa kecelakaan tersebut diakibatkan oleh keputusan cerobohnya yang malah membahayakan orang-orang yang dicintai.
Begitu Selir Li alias Yeon-seng sadar, Jang-geum menghadap Raja untuk meminta supaya penunjukannya sebagai dokter pribadi dibatalkan. Bertepatan dengan itu muncul kabar buruk baru : putra Permaisuri jatuh sakit secara mendadak.
Ketika Raja menawari supaya Jang-geum memeriksa sang pangeran, Permaisuri menolak dan dengan memelas membeberkan isi pembicaraannya dengan Jang-geum beberapa waktu sebelumnya dan memohon maaf pada Raja atas tindakan cerobohnya itu.
Berpapasan dengan Jang-geum, Raja mengobrol dengan gadis itu dan menceritakan bahwa ucapan Jang-geum ketika kecillah yang menjadi alasannya berhasil menjadi pemimpin. Waktu kembali ke istana, ia menemukan Jeong-ho disana yang mendesak supaya Raja bisa memisahkan orang-orang yang setia dengan yang tidak.
Kedekatan Jeong-ho dengan Raja malah ditanggapi berbeda oleh para menteri senior, mereka menganggap pemuda itu sengaja melakukannya untuk mendapat simpati dan kedudukan tinggi sehingga otomatis Jeong-ho ikut dimusuhi bersama Jang-geum.
Di istana sebuah peristiwa besar kembali terjadi : pangeran putra Permaisuri terkena penyakit cacar yang saat itu dianggap mematikan. Hal ini kontan membuat seisi istana panik, tim dokter langsung dikerahkan untuk mencari cara menyembuhkan.
Mereka langsung bergerak cepat, tim dibagi dua untuk mencari tahu apakah ada pasien yang mengalami gejala sama dengan yang dialami Pangeran. Selidik punya selidik, akhirnya ketahuan bahwa ada seorang anak yang sedang diobati oleh Jang-geum,orang yang justru sedang dimusuhi pihak rumah sakit istana.
Jeong-ho sadar bahwa perintah Raja tidak mungkin dibantah dan bakal menghadirkan konflik berkepanjangan. Tidak ingin gadis yang dicintainya kembali terlibat dengan politik istana yang kotor, Jeong-ho memutuskan untuk meneruskan rencana pelariannya dengan Jang-geum.
Keesokan harinya, Jang-geum akhirnya berterus-terang kalau yang diinginkan sebenarnya adalah bertemu Jeong-ho setiap hari. Sikap pria itu langsung berubah ketus dan melangkah pergi, namun rupanya itu hanya siasat Jeong-ho untuk mengerjai Jang-geum karena kemudian ia membalikkan tubuhnya sambil tertawa lebar.
Kematian Dayang Choi mendapat tanggapan senada dari semuanya, kecuali Geum-young yang menangis terisak-isak. Semua yang terlibat diusir dari istana dan dikirim ke pengasingan (kecuali Geum-young), dan Pan-sool meninggal dalam perjalanan.
Keadaan semakin ruwet setelah Raja membaca surat wasiat dan memerintahkan supaya insiden bebek sulfur beberapa tahun silam diusut tuntas. Di penyelidikan, dengan berani Dayang Min membeberkan semua kejadian dan mendukung kesaksian Menteri Oh.
Meski ditawari posisi sebagai Dayang Kepala seandainya berhasil, Yong-ro mendatangi Jang-geum dan memberitahu semuanya karena ia sadar Menteri Oh tidak bisa dipercaya. Di luar dugaan, Jang-geum menolak sambil mengatakan bahwa ia tidak akan melakukan hal yang dilanggar hukum.
Jang-geum meminta supaya nama Dayang Han dibebaskan dari segala kejahatan yang dituduhkan padanya, namun Raja sendiri mengalami dilema karena hal itu berarti dirinya kembali harus menyaksikan perselisihan di lingkungan kerajaan.
Dengan pengawalan ketat, Jang-geum mulai memeriksa berbagai sumber air yang biasa digunakan untuk minum dan mandi Raja. Di istana, diam-diam Dayang Kepala Choi mengutus orang untuk mengikuti Yeul-yee yang dicurigai sebagai orang yang memfitnah Geum-young.